Sulang Balik
03 NOVEMBER - 2 DESEMBER 2023
PAMERAN

Sulang Balik
Pameran
3 November - 2 Desember 2023
Me& Kalingga
Jalan Kalingga No. 14 Medan
Sulang Balik menyinggung momen yang tertuang di ruang minum.
bercerita tentang gestur minum bersama




Dibanding tindakan makan yang biasanya memerlukan pemikiran yang lebih dan melibatkan alat-alat seperti sendok, garpu, dan pisau, sesi minum seringkali memerlukan waktu yang lebih singkat, alat yang lebih sederhana, namun berpotensi menciptakan suasana yang lebih dekat dan akrab.
Franky Pandana






ataupun seorang diri.


Karya, baik dalam bentuk lukisan maupun pertunjukan, mengundang pengamat untuk memperhatikan momen detil di dalam keseharian melalui gestur minum, seperti melalui adanya perbedaan antara meneguk dan menyesap.






Alat-alat minum merupakan objek dengan bentuk paling sederhana diantara barang-barang keseharian.










Elegi
yang tertinggal
yang tak lagi
yang tertuang
tidak terulang lagi
- franky pandana
Hampir semua orang dapat mengaitkan dirinya dengan benda-benda ini. Mereka melambangkan keakraban, baik dengan diri sendiri ataupun dengan yang lain: memfasilitasi monolog atau dialog yang melibatkan dua orang dan lebih.
Gelas-gelas, bebotolan, atau cecangkir ini mewakili sebuah upaya pelepasan emosi, seperti kemarahan yang menggaung, ataupun sepi yang bersembunyi. Karya-karya ini memvisualisasikan kekacauan yang diam di dalam jiwa-jiwa yang berjalan. Mereka melambangkan rindu yang tak tersampaikan: seseorang berusaha untuk berbicara dengan yang lain namun pertemuan itu mustahil.








The Avorism of Loneliness (2023)
Performans

Franky Pandana (1976) merupakan seniman asal Medan dengan fokus multidisplin sebagai jalan dan bekal bawaan melewati kesehariannya. Di dalam perjalanannya di dunia seni dia aktif sebagai seorang enthusiast: ini mencakup perannya sebagai seniman, kolektor, dan pemilik sebuah ruang pamer (Room C Art Gallery).
Franky mengaitkan gambar dengan praktik meditasi di dalam keseharian, menyoroti jejak, proses, dan waktu. Baginya, proses pemikiran dan perasaan merupakan dua faktor yang dominan dalam menyeimbangkan ketertarikan elemen visual dengan konsep kebebasan yang ada.
Dalam berkarya, Franky memanfaatkan beragam bahan mulai dari arang, pensil, spidol, spray, akrilik, dan membentuk karya yang meminjam ranah elemen dan objek kultural seperti kaset, zine. Di dalam perjalanan keseniannya Franky juga merespons elemen hiburan melalui seni pertunjukan dan seni konseptual. Saat ini Franky menjalankan sebuah proyek NFT (Art Instructions series) sebagai media ekspresi. Elemen hiburan dan relevansi dengan budaya populer hadir tidak hanya dalam karya Franky, melainkan juga dalam ajakannya terhadap pengamat untuk berpartisipasi dalam sebuah karya seni.
Karya Franky pernah dipamerkan di beberapa tempat termasuk di Singapura, Kuala Lumpur, Tokyo, Yogyakarta, Jakarta, dan Medan. Pameran tunggal pertama Franky Pandana di GUA lokal bertajuk FP (2022).
Seniman
